• ,
  • - +

Kabar Perwakilan

Ombudsman Sumsel dan Ombudsman Babel Berkolaborasi Tindaklanjuti Pemadaman Listrik di Pulau Bangka
PERWAKILAN: KEPULAUAN BANGKA BELITUNG • Senin, 27/03/2023 •
 
Sinergi Ombudsman Sumsel dan Ombudsman Babel Tindaklanjuti Pemadaman Listrik di Pulau Bangka

Bangka Belitung - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan berkolaborasi menginvestigasi terjadinya pemadaman listrik di wilayah Pulau Bangka menjelang Bulan Ramadhan 1444 H. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy pada Senin (27/03/2023).

Yozar menyampaikan bahwa sinergi antar perwakilan ini menunjukan bahwa lembaga negara Ombudsman Republik Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mengawasi pelayanan publik walaupun ada kasus tertentu secara unik kewenangannya beririsan lintas wilayah provinsi. Sehingga Yozar berharap agar kerja sama ini dapat terjalin dengan baik ke depannya dan bersama-sama mengawal permasalahan ini demi pelayanan publik yang lebih baik.

"Faktanya memang terjadi pemadaman listrik sejak tanggal 21 Maret 2023 di Pulau Bangka, akan tetapi penyebab pemadaman lokasinya ada di Provinsi Sumatera Selatan yaitu robohnya lima tower SUTT 150 kV jalur interkoneksi Kenten Tanjung Api Api. Ini memang kasuistik dan berkenaan dengan pelayanan publik hajat hidup masyarakat se-Pulau Bangka. Sehingga, atas permintaan masyarakat kami menginvestigasi langsung untuk mencari data dan fakta terkait pemadaman tersebut," ungkap Yozar.

Sebelumnya pada 26 Maret 2023, Ombudsman Babel dan Ombudsman Sumsel telah melakukan permintaan penjelasan terkait Sistem Kelistrikan Pulau Bangka. Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Babel, Mariani mempertanyakan penyebab robohnya tower SUTT jalur Kenten Tanjung Api Api dan berharap penjelasan sistem kelistrikan Pulau Bangka yang lebih baik pada masa yang akan datang.

"Kami merasa perlu untuk mengetahui penyebab terjadinya robohnya tower lima tower tersebut kepada pihak PLN sebab hal tersebut berkaitan dengan potensi dibayarkannya kompensasi pemadaman listrik kepada masyarakat Pulau Bangka. Serta, kami juga butuh penjelasan secara detil seperti apa kedepan mitigasi serta perencanaan sistem kelistrikan Provinsi babel sebagai daerah Kepulauan nantinya," ungkap Mariani.

Menanggapi hal tersebut Senior Manager Operasi PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Hartoyo menjelaskan bahwa pada dasarnya penyebab robohnya tower dimaksud masih belum pasti dan sedang dalam investigasi Inspektur Listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

"Terkait penyebab masih dalam proses investigasi Inspektur Listrik DJK Kementerian ESDM Bu, kita tunggu bersama hasilnya seperti apa. Kemudian, PLN tentu akan mengevaluasi kejadian ini agar kedepan lebih baik. Untuk Pulau Bangka, dalam dokumen perencanaan, dalam jangka panjang. Insya Allah kita akan membangun sistem interkoneksi Gardu Induk Mariana Plaju-Pulau Bangka sebagai jalur interkoneksi kedua dan sebagai gardu transmisi penambah daya listrik di Pulau Bangka. Sehingga jika sewaktu-waktu ada gangguan maka ada alternatif jalur transmisi yang cukup sehingga Pulau Bangka tidak dilakukan pemadaman total," pungkas Hartoyo.





Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...