• - +

Kabar Perwakilan

Beragam Masalah Ditemui, Ombudsman Sebut Aturan Penerimaan CPNS 2019/2020 Membingungkan
PERWAKILAN: KALIMANTAN BARAT • Jum'at, 17/01/2020 •
 
Agus Priyadi saat memberikan paparan (foto by RMOLKalbar)

SHARE

RMOLKalbar. Ombudsman Kalbar menggelar Press dan Meeting Room di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, jalan Surya, Pontianak, Kamis siang (16/1).

Pada pertemuan ini mengangkat tema 'Cegah dan Laporkan Maladministrasi: Berani Lapor Itu Baik!', dengan menghadirkan perwakilan dari BKPSDM se-Kalimantan Barat.

Selain itu, Bupati Kayong Utara, Citra Duani, juga berkesempatan hadir dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman Kalbar, Agus Priyadi.

Agus menjelaskan bahwa Ombudsman Kalbar melaksanakan pertemuan bersama BKPSDM kali ini dalam rangka melaksanakan surat dari Ketua Ombudsman RI, untuk melaksanakan pengawasan pada CPNS 2019/2020, yang pada saat ini sudah akan memasuki persiapan tahapan SKD di bulan Februari 2020 mendatang. Seperti yang telah kita ketahui, untuk tahapan seleksi administrasi sudah dilewati beberapa waktu lalu.

"Pada tahapan SKD ini diharapkan tidak ditemui berbagai macam komplain dan persoalan. Karena, pada tahapan seleksi administrasi banyak ditemui komplain dan permasalahan. Seperti pada pertemuan tadi, dibeberkan ada ratusan komplain dan permasalahan yang ditemui. Ini menandakan bahwa adanya permasalahan secara aturan yang belum pas (sesuai) dalam hal penerimaan CPNS, terutama dalam seleksi berkas," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Kamis sore (16/1).

Agus menyatakan bahwa setelah ditelusuri dan ditelaah, ternyata persoalannya bukan 'melulu' menjadi domain-nya Kemenpan-RB untuk menyelesaikan masalah ini.

"Soal ijazah, itu domain-nya Kemendikbud. Maka untuk kedepannya, harus melibatkan Kemendikbud. Ada juga soal STR bagi pendaftar CPNS tenaga kesehatan (nakes), maka harus melibatkan Kemenkes. Dan yang terpenting, setidaknya Kemenpan-RB memberikan wewenang kepada daerah untuk membuat regulasi-regulasi khusus, sesuai dengan keadaan (kearifan lokal) di daerahnya, sehingga apa yang dibuat di daerah ini tidak membingungkan," bebernya. [ben]






Loading...

Loading...
Loading...


Loading...
Loading...