• ,
  • - +
Ombudsman Kalsel Hadir di Objek Wisata Air Terjun Bajuin
PVL On The Spot,Air Terjun Bajuin,Ombudsman Kalsel,Tanah Laut • Senin, 29/03/2021 • Rujalinor
Tim Ombudsman Kalsel Laksanakan PVL On The Spot di Objek Wisata Air Terjun Bajuin Pelaihari

Tanah Laut - Objek Wisata Air Terjun Bajuin, yang terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, menjadi salah satu tempat yang dipilih Ombudsman RI Perwakilan Kalsel untuk melaksanakan PVL On The Spot. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 27 Maret 2021.

Objek Wisata Air Terjun Bajuin merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, baik pengunjung yang berasal dari Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Dengan pelaksanaan PVL On The Spot di tempat wisata, diharapkan akses masyarakat Tanah Laut ke Ombudsman dapat meningkat untuk menyampaikan pengaduan maupun konsultasi permasalahan pelayanan publik, mengingat masih rendahnya akses masyarakat Tanah Laut ke Ombudsman beberapa tahun terakhir.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, masyarakat masih banyak yang baru mengetahui tentang keberadaan Ombudsman serta tugas dan fungsinya. Seperti pengakuan bapak Saiful Anwar, "Saya baru mengetahui tentang Ombudsman sebagai tempat pengaduan pelayanan publik". Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan PVL On The Spot di Objek Wisata Bajuin dan ia berencana akan melaporkan keluhan pelayanan publik, perihal lambannya proses pembuatan KTP el anaknya, apabila belum mendapatkan kejelasan dari dinas terkait.

Aduan terkait infrastruktur juga dikeluhkan masyarakat di sekitar objek wisata tersebut. Terutama jembatan penghubung lima rukun tetangga di Desa Sungai Bakar yang kondisinya memprihatinkan. Ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda daerah tersebut, aliran sungai akan meluap dan menenggelamkan badan jembatan dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Hal tersebut membuat masyarakat di lima rukun tetangga tersebut terisolir, hingga aliran sungai normal kembali.

Masyarakat berharap agar mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, untuk melakukan perbaikan dan meninggikan oprit jembatan, agar aliran sungai bisa lancar dan tidak menenggelamkan badan jembatan. "Beberapa waktu yang lalu, ada petugas yang datang, melakukan survei untuk melihat kondisi jembatan. Setelah itu, belum ada informasi, apakah ada proyek perbaikan jembatan," terang Yusni salah seorang warga Desa Sungai Bakar.

Kondisi oprit jembatan semakin hari semakin menurun dan terkikis, akibat derasnya arus sungai. Warga khawatir apabila tidak diperbaiki, akan menyebabkan terputusnya jembatan dan menghambat aktivitas warga, karena jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya untuk keluar masuk desa. (rj)

 




Loading...
Loading...

Loading...