Bu Leukat Kunèng Menghiasi Kemeriahan HUT ORI Di Aceh

Kali ini ada yang berbeda dari acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di Perwakilan Aceh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Nasi ketan dengan warna kuning atau sering disebut Bu leukat kuneng dalam bahasa Aceh, disajikan di atas meja saat peringatan HUT ORI tersebut.
"Kali ini kita buat berbeda dari sebelumnya, kita pilih menu yang bernuansa daerah, yaitu bu leukat kuneng pengganti nasi tumpeng," sebut Taqwaddin Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh pada Rabu (10/3/2021).
Acara tersebut dikemas dengan sederhana, serta menyesuaikan dengan protokol kesehatan di masa pandemi. Hadir dalam acara tersebut seluruh Kepala Keasistenan, serta para Insan Ombudsman Aceh dan beberapa undangan dari eksternal.
Lantunan ayat suci Al-quran menjadi pembuka acara, mengingat Aceh adalah daerah Syariat Islam. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya seperti acara resmi nasional lainnya. Dan dilanjutkan sambutan dari Kepala Perwakilan.
Dalam sambutannya, Taqwaddin menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan peringatan HUT ini bukanlah pada seremoni, melainkan iktibar yang harus kita petik bersama.
"Esensi dari suatu HUT bukanlah pada seremoni dan kenduri. Tapi, bagaimana kita mengenang dan mengambil iktibar (pelajaran penting) dari riwayat dibentuknya suatu lembaga hingga lembaga ini terus berkiprah memenuhi harapan negara mengawasi pelayanan publik," ungkap Taqwaddin.
Acara yang dimulai dari jam 10.30 WIB dan selesai pada jam 12.00 WIB berlangsung dengan khidmat. Sebagai akhir dari rangkaian acara, doa dan makan bersama dengan menu bu sie itek Bireuen menjadi penutup kegiatan tersebut.








