Tinjau Pelayanan Publik di Lapas Banjarbaru, Ombudsman RI Dorong Penguatan Pembinaan Warga Binaan

BANJARBARU - Ombudsman Republik Indonesia melakukan peninjauan pelayanan publik dan program pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pemenuhan hak-hak warga binaan serta kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona didampingi Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan Hadi Rahman, memimpin langsung peninjauan tersebut. Dalam kegiatan ini, Ombudsman melihat sejumlah layanan dan fasilitas, antara lain layanan kesehatan, blok hunian, dapur, serta Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Rahmadi menyampaikan, berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas II B Banjarbaru telah berjalan dengan baik. Program tersebut antara lain budi daya ikan, kerajinan, pengolahan makanan, dan pertanian.
"Kami melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dilaksanakan, mulai dari budi daya ikan, kerajinan, pengolahan makanan, hingga pertanian. Program-program yang sudah berjalan dengan baik ini perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta mendukung pemenuhan hak-hak mereka," ujar Rahmadi.
Dalam peninjauan pelayanan kesehatan, Ombudsman melihat aktivitas di Klinik Pratama Lapas, termasuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan skrining Tuberkulosis (TB). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga binaan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.
Ombudsman juga meninjau blok hunian dan berdialog langsung dengan sejumlah warga binaan. Dialog dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi hunian, akses pelayanan, serta pemenuhan hak-hak warga binaan selama menjalani masa pidana.
Selain itu, rombongan Ombudsman meninjau dapur Lapas untuk melihat proses penyediaan makanan, termasuk aspek kebersihan, sanitasi, dan kualitas makanan yang diberikan kepada warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Ombudsman turut mencicipi makanan yang disiapkan untuk memastikan kualitas penyajiannya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Di lokasi tersebut, Ombudsman melihat secara langsung kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan warga binaan dan turut mengikuti kegiatan panen melon.
Ombudsman RI menilai peninjauan langsung menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan serta hak-hak warga binaan terpenuhi. Hasil peninjauan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas II B Banjarbaru Irwanto Dwi Yhana Putra menyambut baik peninjauan dan masukan yang disampaikan Ombudsman RI. Ia menegaskan komitmen Lapas Banjarbaru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pembinaan bagi warga binaan.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan. Di sisi lain, kami juga terus memperkuat program pembinaan agar warga binaan mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Irwanto.








