Peringati Hari Lahir Pancasila, Insan Ombudsman RI Diimbau Implementasikan Nilai Pancasila dalam Bekerja dan Berperilaku
JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh Insan Ombudsman untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar negara.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng. Dalam amanatnya, Robert menekankan tentang penguatan komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, baik dalam profesionalisme bekerja maupun dalam perilaku sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.
"Pancasila adalah rumusan yang perlu dihidupkan sebagai kata kerja aktif dalam perilaku sehari-hari, di mana perilaku tersebut merupakan contoh bukti nyata dari pengamalan sila-sila Pancasila,'' ujarnya.
Ia mengatakan sila Ketuhanan perlu dihidupkan dengan kerja-kerja yang berketuhanan, sila Kedua diimplementasikan dengan bekerja untuk mewujudkan kemanusiaan, hingga akhirnya bermuara pada keadilan publik.
Dalam konteks persatuan, Robert Na Endi Jaweng menyoroti bahwa Ombudsman merupakan miniatur dari Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, etnis, dan agama, terlebih dengan adanya kantor perwakilan di seluruh provinsi. Keberagaman ini dinilai sebagai kekuatan sekaligus tantangan.
"Mendorong persatuan Ombudsman artinya meletakkan kepentingan organisasi di atas segalanya. Persatuan harus menjadi perilaku Insan Ombudsman di lembaga ini sebagai salah satu cara mengabdi kepada Republik Indonesia," lanjutnya.
Terkait sila keadilan, Robert menjelaskan bahwa jika tugas pemerintah adalah mengadministrasikan keadilan, maka tugas Ombudsman adalah mengawal agar tidak terjadi maladministrasi untuk memastikan keadilan tersebut sungguh hadir di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Robert berpesan agar laporan masyarakat (LM) tidak hanya dilihat secara administratif atau sekadar rutinitas semata.
"Dalam tugas sehari-hari, hendaknya Laporan Masyarakat tidak hanya dilihat sebagai map kuning, tidak hanya dilihat sebagai angka dan rutinitas. Tetapi berikan sepenuhnya hati dan pikiran dalam mengerjakannya. Jaga persatuan, dan jadikanlah berbagai pekerjaan Anda sebagai cara untuk memastikan keadilan hadir bagi mereka yang berhak," pungkas Robert di akhir amanatnya.
Upacara ini juga turut dihadiri Anggota Ombudsman RI Partono dan Nuzran Joher, serta Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu. (awp)








