Ombudsman RI Dorong Pengembangan Kapasitas SDM melalui Peluang Kerja Sama Teknik Luar Negeri
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), Ombudsman RI menyelenggarakan Sharing Session bertajuk "Peluang Kerja Sama Teknik Luar Negeri dan Pengembangan Kapasitas Internasional" secara hybrid pada Selasa (11/8/2026) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kementerian Sekretariat Negara RI, Noviyanti, sebagai narasumber dan diikuti oleh Insan Ombudsman RI dari Kantor Pusat maupun Perwakilan.
Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu, menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas SDM merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Ombudsman RI. Menurutnya, pengembangan kapasitas dan talenta perlu dilakukan agar SDM Ombudsman RI mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
"Ombudsman RI sebagai lembaga pengawas memiliki dua peran dalam pelaksanaan program pengawasan yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, SDM kita juga harus terus belajar sehingga dapat menjalankan tugas pengawasan tersebut dengan baik, misalnya, bagaimana kita mengajarkan masyarakat untuk memahami cara melapor, sekaligus terus memberikan kualitas pelayanan dan pengawasan yang terbaik," ujar Suganda.
Suganda menjelaskan bahwa Ombudsman RI telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan program pengembangan SDM yang akan dilaksanakan ke depan. Pemetaan tersebut diharapkan dapat memastikan setiap program pengembangan kapasitas memberikan dampak yang optimal bagi organisasi.
Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Ombudsman RI, Leni Milana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Insan Ombudsman RI untuk memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pengembangan kompetensi yang tersedia melalui kerja sama internasional.
Dalam paparannya, Kepala Biro KTLN Kementerian Sekretariat Negara RI, Noviyanti, menjelaskan berbagai bentuk kerja sama teknik luar negeri yang dapat dimanfaatkan oleh kementerian/lembaga pemerintah. Kerja sama tersebut mencakup program beasiswa, pelatihan, fellowship, hingga program pengembangan kapasitas yang diselenggarakan bersama mitra pembangunan asing.
Noviyanti menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki kerja sama dengan berbagai negara dan organisasi internasional, di antaranya Tiongkok, India, Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Inggris, serta berbagai negara lainnya.
Program pengembangan kapasitas tersebut memiliki beragam skema, mulai dari pelatihan jangka pendek, country training, fellowship, hingga beasiswa untuk jenjang magister dan doktoral. Informasi terkait peluang program tersebut dapat diakses melalui Biro KTLN Kementerian Sekretariat Negara RI.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa kerja sama teknik luar negeri Indonesia terus berkembang melalui berbagai bentuk kemitraan. Saat ini, Indonesia memiliki sejumlah mitra pembangunan asing yang bekerja sama melalui mekanisme bilateral, regional, multilateral, maupun melalui organisasi internasional nonpemerintah.
Penerima manfaat kerja sama pembangunan tersebut tidak hanya berasal dari kementerian dan lembaga pemerintah, tetapi juga mencakup lembaga negara, lembaga pemerintah nonkementerian, lembaga nonstruktural, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.
Melalui kegiatan sharing session ini, Insan Ombudsman RI diharapkan dapat memperoleh pemahaman mengenai berbagai peluang kerja sama teknik luar negeri yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi. Pemanfaatan peluang tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Ombudsman RI mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. (MIM)








