Ombudsman RI Dorong Jawa Timur Jadi Motor Hilirisasi dan Investasi Bernilai Tambah untuk Indonesia Emas 2045

Surabaya - Anggota Ombudsman RI Hery Susanto mendorong Jawa Timur menjadi salah satu penggerak utama transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi dan penguatan investasi bernilai tambah, demi membantu Indonesia keluar dari middle income trap (MIT). Hal itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar secara daring bersama pemerintah dan akademisi Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/11/2025).
Hery menjelaskan, Indonesia telah terlalu lama bertumpu pada ekspor komoditas mentah, menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingginya risiko MIT.
"Jatim memiliki ekosistem industri besar, sumber daya manusia kuat, dan basis manufaktur yang matang. Jika hilirisasi dipercepat dan investasi diperkuat, provinsi ini bisa menjadi contoh transformasi ekonomi nasional," ujar Hery.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi hanya bisa dicapai bila pemerintah daerah menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, serta perbaikan kualitas layanan publik.
Hery juga memaparkan metode Epta Helix, pendekatan tujuh unsur (pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, media, DPR, dan Ombudsman) sebagai model kolaborasi untuk memastikan pengawasan program hilirisasi berjalan efektif.
"Masuknya investasi baru harus disertai dengan pengawasan akuntabel. Pelayanan publik yang tidak adaptif akan menjadi hambatan," tegasnya.
Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menyampaikan Pertumbuhan investasi sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan regulasi yang mendukung. Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen mendorong regulasi yang memungkinkan sektor investasi tumbuh dengan baik.
"Selain sektor perdagangan, Kota Pasuruan juga memiliki potensi lainnya, termasuk sektor maritim, mengingat kota ini memiliki wilayah pesisir. Potensi unggulan lain yang telah berkembang cukup lama adalah sektor mebel, yang telah berjalan hingga tiga generasi. Setelah Jepara, Kota Pasuruan menjadi salah satu daerah dengan tradisi produksi mebel yang kuat di Jawa" Ujar Adi
Kota Pasuruan juga memiliki potensi pada sektor IKM logam, yang merupakan industri turun-temurun. Namun, sektor mebel dan sektor logam saat ini mengalami sedikit penurunan. Tutup Adi
Diskusi ini merupakan bagian dari kajian nasional Ombudsman RI tentang pengawasan investasi dan hilirisasi menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir sebagai peserta diskusi Walikota Pasuruan Adi Wibowo, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, Ahli Madya Dinas PMPTSP Jawa Timur Paulina Prasetianti, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Gresik Bahagiyo Santoso, Sekretaris Dinas PMPTSP Kabupaten Tuban Asri Buana, Bagian Organisasi Kabupaten Mojokerto Sulistyowati, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sidoarjo Happy, Penata Kelola Penanaman Modal/Ahli Madya Dinas PMPTSP Kabupaten Pasuruan Piping Mulyo Lesmono, Staff KADIN Jawa Timur Haidar Shidqi, Wakil Ketua I HIPKA Jawa Timur Ardi Krisnamurti.








