• - +
Dirut Jasa Marga ke Ombudsman: Sering-sering Kami Disidak
Kliping Berita • Rabu, 15/01/2020 • siti_fatimah
 
Konferensi Pers Penyampaian Hasil Sidak Libur Nataru 2020 (foto by Humas)

SHARE

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyampaikan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk secara rutin melakukan inspeksi mendadak atau sidak. Hal itu diutarakan Anggota Ombudsman Ninik Rahayu usai rapat penyampaian hasil sidak akhir tahun di kantor ORI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

"Bu Dirut Jasa Marga tadi (saat rapat) bilang mbok ya sering-sering kami disidak supaya kami bisa memberikan upaya perbaikan. Katanya temuan ini jadi wake up call," kata Ninik.

Ninik mengapresiasi inisiatif dari Jasa Marga untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan serta memperhatikan temuan yang dikritisi Ombudsman. Dalam sidak akhir tahun, Ombudsman mengkritisi tiga poin terhadap Jasa Marga di antaranya tidak ada petugas yang standby di ruang pos pantau arus mudik- balik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Kedua, kesiapsiagaan petugas Senkom Jagorawi kurang optimal dalam melaksanakan piket kerja (ditemukan petugas merokok dan tidur di ruang kerja). Dan ketiga, Beberapa CCTV pada layar monitor "JLJ" tidak berfungsi secara baik.

Namun, Ombudsman juga memberi penilaian apresiasi yaitu koordinasi antar petugas yang melakukan patroli di lapangan sudah baik. Kemudian ruang Senkom Jagorawi dan pos pantau arus mudik-balik Natal 2019 - Tahun Baru 2020 sudah memadai.

Jasa Marga Optimalisasi Pelayanan

Saat sidak berlangsung akhir tahun lalu, Jasa Marga Regional JabodetabekJabar Division Head, Reza Febriano menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan peningkatan tiga bidang layanan, yaitu Transaksi, Lalu Lintas, dan Konstruksi. Saat momentum Nataru, Jasa Marga juga menyiapkan armada khusus untuk penanganan kejadian di jalan tol.

"Total kami punya delapan armada evakuasi mulai dari truk pemindah pembatas jalan beton (MCB) sampai mobil rescue yang khusus menangani kecelakaan lalu lintas," papar Reza.

Truk Flatbed bertugas memindahkan MCB sejumlah dua unit, satu unit lagi beroperasi di Tol Cikampek. Kedua, Si Komo, multipurpose truck yang memiliki kekuatan derek 40 ton berjumlah satu unit.

"Jika truk yang mengalami mogok atau kecelakaan lebih dari kesanggupan Komo. Kami biasanya sarankan agar muatan dipindah," ujarnya.

Watertank untuk memadamkan kendaraan terbakar berkapasitas 2.000 liter air. Adapun 11 unit mobil derek dan towing yang bertugas menarik kendaraan golongan 1 mogok keluar sampai pintu tol terdekat.

"Tidak dikenakan tarif sampai pintu keluar tol. Ini fasilitas gratis yang disediakan Jasa Marga," tambahnya.

Selanjutnya, dua ambulans, lima unit mobil layanan jalan tol, dan satu unit mobil rescue.





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...