Tanggapi Keluhan, Ombudsman Datangi Perpustakaan Kota

Jambi-Ombudsman RI Perwakilan Jambi menanggapi keluhan pengujung Perpustakaan Kota Jambi yang disampaikan melalui media sosial. Ombudsman menanggapi keluhan dengan datang melihat langsung terkait keluhan pelayanan serta kondisi perpustakaan Kota Jambi yang dinilai belum maksimal pada Kamis kemarin (19/12). Kunjungan Ombudsman diterima langsung oleh Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Effendi bersama jajaran.
"Ada masyarakat yang mengeluhkan perpustakaan Kota Jambi melalui media sosial Ombudsman. Harapannya fasilitas perpustakaan mendapat perhatian oleh pemerintah agar pengunjung nyaman, menarik dan terdapat banyak koleksi buku-buku,'' kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI, Jafar Ahmad. Keluhan masyarakat tersebut diantaranya, perpustakaan tidak memiliki mushola, kurangnya jumlah toilet, pencahayaan ruangan, kursi, meja dan komputer guna pencarian buku yang minim. Selain itu, jumlah serta kemudahan mencari buku ikut dikeluhkan.
Jafar menambahkan, keluhan itu sangat baik dan harus diperhatikan oleh pemerintah Kota Jambi. Perpustakaan menjadi sangat penting untuk literasi dan meningkatkan minat baca serta pengetahuan masyarakat. Perhatian itu dalam bentuk kebijakan serta penganggaran untuk pemenuhan sarana prasarana perpustakaan.
Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Effendi mengakui keluhan pengunjung perpustakaan sama dengan keluhan serta harapan internal mereka. "Keluhan itu pasti dari mereka yang sering datang ke perpustakaan kota dan sangat peduli dengan kondisi perpustakaan. Kami menyadari kekurangan itu dengan melakukan perbaikan bertahap. Kendala utama kami anggaran yang terbatas," jelasnya.
Ia mengakui kondisi gedung yang sudah lama dan bocor, sangat menganggu serta membuat kurang nyaman pengunjung maupun pegawai. Selain itu desain bangunan juga mempengaruhi pencahayaan serta kurang ramah disabilitas.
Perpustakaan Kota Jambi setidaknya memiliki dua puluh satu ribu lebih koleksi judul buku. Kunjungan perhari berkisar seratus hingga dua ratus orang dan baru memiliki satu komputer untuk pencarian buku. Saat ini, sedang dibangun ruangan e-book, gedung arsip serta mendigitalisasi buku. "Harapan kami memang ada penambahan anggaran untuk buku, perbaikan gedung yang bocor, pembangunan gedung baru dan sarana prasarana lainnya," tambahnya.
Arzi berharap, kunjungan Ombudsman dapat memperbaiki pelayanan internal mereka dan ada perhatian lebih khususnya anggaran dari pemerintah. Mengingat, anggaran untuk pembelian buku dari pemerintah Kota Jambi hanya lima puluh juta pertahun. Selain itu hanya berasal dari dana alokasi khusus maupun sumbangan.








