• ,
  • - +

Artikel

Perkuat Partisipasi Masyarakat dalam Pelayanan Publik, Ombudsman Banten Gelar Diseminasi
• Kamis, 06/09/2018 • Larasati Andayani
 
Sesi foto bersama Sedulur Ombudsman dan Ombudsman Perwakilan Provinsi Banten di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang (4/9)

SERANG - Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan memperkuat jaringan Sedulur Ombudsman ( Jejaring Ombudsman di Banten yang berarti sahabat atau saudara Ombudsman), Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan diseminasi tentang partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik pada Selasa (4/9).

Dalam kegiatan tersebut, hadir peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang di antaranya mahasiswa, Pattiro Banten, Komunitas Berbagi Nasi, kader Posyandu, Komunitas Motor Literasi, Rumah Dunia, Kang dan Nong Banten, serta Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH).   

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten, Bambang Poerwanto Sumo, hadir sebagai salah satu pemateri dan menyampaikan tujuan dari diadakannya kegiatan partisipasi masyarakat. "Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Sedulur Ombudsman sebagai jejaring Ombudsman di Provinsi Banten. Diharapkan Sedulur Ombudsman ini nantinya bisa menyampaikan materi yang telah diberikan dan melakukan pendampingan kepada orang-orang di sekitarnya apabila mengalami maladministrasi dalam pelayanan publik," ujar Bambang.

Selain Kepala Perwakilan, Asisten Ombudsman RI juga turut menyampaikan materi yang meliputi, dasar-dasar pelayanan publik, maladministrasi dan dampaknya, tata cara pelaporan kepada instansi penyelenggara pelayanan publik dan Ombudsman, partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik, dan pendampingan pelaporan.

Peserta mengikuti materi demi materi dengan antusias, ditambah dengan adanya permainan dan kegiatan diskusi kelompok yang dihadirkan pada setiap materi yang disampaikan sehingga peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya terkait materi yang disampaikan."Adanya permintaan imbalan uang dan praktik calo sebenarnya disebabkan oleh kita sendiri yang terkadang malas untuk datang dan mengurus sendiri sehingga sistem percaloan dan permintaan uang tersebut sampai saat ini tetap berlangsung, misalnya pada pembuatan KTP Elektronik," , ujar Aisyah, salah satu Kader Posyandu

Peserta juga menyampaikan harapan dan kekhawatirannya terhadap pelayanan publik, khususnya di Provinsi Banten yang dirasa masih jauh dari standar yang telah ditetapkan Undang-Undang. Fauzi, peserta dari Untirta menyampaikan keluhannya terkait pengalaman tidak menyenangkan yang pernah ia dapatkan ketika mendatangi salah satu instansi penyelenggara pelayanan publik.

"Petugas seringkali tidak mau melayani dan bersikap tidak ramah," ujar Fauzi.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian medali kepada Sedulur Ombudsman. "Walaupun pemberian medali ini tidak disertai dengan bonus sebagaimana halnya yang didapat oleh para atlit di Asian Games", ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Banten yang diikuti tawa peserta, "Semoga medali ini bisa memberikan kebanggaan tersendiri bagi Saudara sebagai Sedulur Ombudsman dan ke depannya diharapkan bisa saling berbagi dan mendukung untuk sama-sama meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya di Provinsi Banten," lanjutnya.


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...