• - +

Artikel

Peningkatan Fungsi Kontrol dalam Pelayanan Publik, Ombudsman Papua Barat Gandeng CSO
ARTIKEL • Rabu, 07/04/2021 • Rosalina Selaya
 
Foto Bersama Usai Kegiatan Coffee Morning bersama Civil Society Organization (CSO) (dok.ombudsmanpb)

Manokwari - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua Barat  melaksanakan Coffee Morning  bersama Civil Society Organization (CSO) atau yang lebih dikenal dengan istilah LSM di Kabupaten Manokwari Selasa (6/4/2021). Kegiatan ini dalam rangka membangun sinergitas dan jejaring guna peningkatan kualitas pelayanan publik di Papua Barat.

Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan, Rosalina Selaya  menyampaikan bahwa kegiatan Coffee Morning bertujuan untuk menjalin konektivitas dengan CSO untuk membahas mengenai isu-isu krusial pelayanan publik ditengah masyarakat.

"Ombudsman sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik juga menjalankan fungsi pencegahan maladministrasi salah satunya dengan membangun jejaring guna pengawasan pelayanan publik menjadi lebih baik," tutur Rosalina.

Saat memberikan sambutannya dalam membuka kegiatan Coffee Morning, Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat, Musa Yosep Sombuk menjelaskan dalam menjalankan tugas dan fungsi lembaga Ombudsman tak dapat berjalan sendiri, sehingga membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya  adalah bersama CSO.

"CSO memiliki peran penting dalam pendampingan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi controling terhadap kinerja pemerintah," ujar Sombuk.

Sombuk menambahkan bahwa negara harus hadir untuk memenuhi kebutuhan rakyat  melalui penyediaan layanan publik yang  prima antara lain  layanan adminstrasi, kesehatan, keamanan, politik dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, penyandang disabilitas yang tergabung dalam Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Papua Barat.  Perwakilan penyandang disabilitas,  Anthon M. menjelaskan  bahwa saat ini ada banyak bantuan sosial seperti BLT, PKH  dan lain sebagainya yang belum disalurkan secara merata kepada kaum disabilitas.

"Kami menemukan banyaknya fasilitas pelayanan publik yang tidak ramah difabel dan sangat jarang kami dapatkan pada instansi-instansi pemerintah," ungkap Anthon.

Menanggapi pernyataan dari penyandang disabilitas tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Sombuk menyatakan sangat berterima kasih kepada rekan-rekan disabilitas yang telah menyampaikan sejumlah persoalan yang dialami.

"Kami akan menindaklanjuti pernyataan rekan-rekan disabilitas ini kepada pemerintah, sehingga pelayanan publik harus dievaluasi kembali agar memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali,"  tutup Sombuk.

Demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Papua Barat, Ombudsman Papua Barat akan terus menjalin sinergitas dengan CSO melalui pertemuan atau kegiatan-kegiatan serupa yang akan dilaksanakan pada waktu mendatang, agar semua persoalan pelayanan publik di Papua Barat dapat ditangani dengan baik.





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...