• ,
  • - +

Artikel

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Turun langsung Mengawasi pelaksanaan UNBK SMP di Sekolah Pelosok
• Jum'at, 26/04/2019 • Tim Pencegahan Ombudsman RI Kalsel
 
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Prov Kalsel Noorhalis Majid Saat mengawasi pelaksanaan UNBK disalah satu SMP Kotabaru

Kotabaru - Tim Ombudsman Perwakilan Kalimantan Selatan yang terdiri dari Kepala Perwakilan dan Asisten melakukan pengawasan langsung pelaksanaan UNBK tingkat SMP dan USBN tingkat SD  sederajat di Kabupaten Kotabaru, Rabu, 24 April 2019. 

"Hari ini Ombudsman mengawasi pelaksanaan UNBK di Kabupaten Kotabaru dan Kota Banjarmasin sebagai komitmen agar pelaksanaan UNBK berjalan tertib dan lancar, sebab banyak informasi daerah pelosok atau yang jauh dari ibukota masih terjadi sejumlah kendala," terangnya.

Ia mengatakan adanya sejumlah laporan baik dari masyarakat maupun media, perihal masih adanya siswa yang terhambat mengikuti ujian UNBK SMP baik karena hambatan infrastruktur /akses ke tempat ujian, komputer yang masih terbatas, bahkan sampai ada sekolah yang mengalami musibah kebakaran. Maka untuk yang demikian harus menjadi perhatian serius dari pemda atau Dinas Pendidikan setempat.

Noorhalis menambahkan selain Kotabaru, sebenarnya masih banyak daerah pelosok yang perlu mendapat perhatian serius seperti di Kabupaten Batola, Tabalong, Hulu Sungai Selatan dan daerah pelosok lainya. Dimana peserta ujian masih ada yang sampai menginap di rumah warga karena jarak yang begitu jauh, sampai harus ada yang naik perahu untuk mengikuti ujian.

Menurut Noorhalis keluhan atau informasi tersebut sebaiknya segera diselesaikan oleh Dinas Pendidikan dengan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah , sebab UNBK adalah hajatan nasional setiap tahun. Untuk itu patut sudah ada persiapan yang matang dan tidak mengulang problem seperti tahun-tahun sebelumnya

"Di Kabupaten Kotabaru Tim Ombudsman melakukan pengawasan di sejumlah sekolah. yaitu di SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 5 Kotabaru. Di sekolah yang terkategori sudah baik dan favorit juga masih kekurangan fasilitas UNBK yaitu unit komputer dan harus meminjam kepada orang tua siswa . Hal ini harus menjadi perhatian agar ada perbaikan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan Pendidikan," tegasnya.

Noorhalis menghimbau agar ada pengawasan dan evaluasi serius dari pemda terlebih dinas pendidikan agar problem sama tidak terulang di tahun mendatang

Sementara itu salah satu Guru pengawas SMPN 1 Kotabaru, Anwar mengatakan, kedatangan Ombudsman penting sebagai bagian dari penagwasan eksternal sehingga diharapkan dapat menindklanjuti sejumlah temuan maupun eluhan internal para pelaksana UNBK di lapangan.

"Ya kami berharap selain UNBK berjalan lancar, ke depan melalui Ombudsman dapat di terus diperbaiki dan dipenuhi kebutuhan sekolah khususnya pada persiapan pelaksanaan Ujian Nasional," ucapnya.

"Selain itu ia beharap Dinas Pendidikan setempat juga turun tangan memperkuat pengawasan dan menjamin kelancaran proses UNBK," tutupnya. (PWK)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...