• ,
  • - +

Artikel

Ombudsman Gelar Pelatihan bagi Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin
• Kamis, 25/04/2019 • Maulana Achmadi
 
Perwakilan kader posyandu se Kota Banjarmasin mengikuti Training of Trainer Peran Penggerak Masyarakat dalam Pelayanan Publik. (foto by Rizki)

Banjarmasin - Kamis,  25 April 2019 siang bertempat di Hotel Aria Barito Banjarmasin,  Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Noorhalis Majid di dampingi Asisten Ombudsman RI secara resmi membuka Training Of Trainer (ToT) kepada jejaring/sahabat Ombudsman RI.

Pada kesempatan tersebut, Noorhalis mengatakan pelatihan ini sebagai momentum bagi para perempuan yakni ibu-ibu kader posyandu untuk melek terhadap pelayanan publik kaum perempuan, bahkan dengan TOT peserta akan mendapatkan pemahaman apa itu pelayanan publik, Ombudsman dan keterampilan melaporkan dugaan maladministrasi.

Selain itu, peserta akan diberikan kiat bagaimana menjadi Jurnalis Warga dan melakukan peliputan dalam perbaikan pelayanan publik, sebab  menurut Noorhalis Ombudsman juga mengundang ahli Yakni Ketua PWI  (Persatuan Wrtawan Indonesia ) Kalsel untuk memberikan motivasi dan tata cara menjadicitizen journalisme.

Noorhalis, menceritakan masih banyak ruang publik yang tidak pro terhadap perempuan semisal toilet untuk perempuan, ruang laktasi, ruang bermain anak, belum lagi di bidang kesehatan dan pendidikan yang sering di keluhkan serta  kurangnya perlindungan terhadap perempuan.

"Potret pelayanan publik kaum perempuan harusnya menjadi salah satu prioritas kita semua, pasalnya apabila tidak di lengkapi maka menimbulkan diskriminasi dan biasanya juga berpengaruh terhadap keamanan/kenyamanan termasuk dugaan kekerasan pada kaum perempuan, " tuturnya.

Noorhalis berharap, melalui pelatihan ini para kader posyandu akan menjadi agen pemantau/pengawas pelayanan publik yang baik.

Sementara itu Ketua PWI Kalsel Zainal Helmy yang menjadi narasumber ahli pada kegiatan ToT tersebut, mengapresiasi inisiatif Ombudsman Kalsel menggelar ToT .

Menurut Zainal membangun kesadaran dari warga untuk peduli pelayanan publik adalah modal utama untuk merubah kondisi pelayanan publik yang belum baik. Dari partisipasi warga akan muncul semangat perubahan dan reaksi positif dalam rangka memberikan masukan sekaligus kontrol atas jalannya pelayanan publik di daerah.

Salah satu peserta ToT Ombudsman , Fitri Hayati, Perwakilan kader Posyandu Banjarmasin Selatan mengatakan kegiatan yang di selenggarakan oleh Ombudsman sangat penting untuk di sosialisasikan secara masif ke masyarakat, sebab melalui pelatihan ini banyak hal positif dan keterampilan penting untuk mendeteksi maladministrasi dan peka atas kondisi pelayanan publik yang kurang baik.

"Harusnya kegiatan seperti ini rutin dan menjadi program bulanan, agar banyak warga yang berpartisipasi dalam memperbaiki pelayanan publik bagi perempuan," ucapnya.

  Pada kegiatan ToT dihadiri sebanyak 35 Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin, mewakili 5 kecamatan, dengan mengangkat tema "Peran strategis Perempuan dalam membangun perbaikan pelayanan publik di era 4.0. Acara berlangsung antusiasi dan interaktif. (MA)


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...