• - +

Artikel

Melihat Pengolahan Air Limbah Kota Banjarmasin Bersama Mahasiswa UIN Antasari
ARTIKEL • Rabu, 15/01/2020 • Ita Wijayanti
 
foto bersama Direktur PD PAL Kota Banjarmasin, sekaligus penyerahan buku ke 5 Ombudsman RI Kalsel

SHARE

Sebagai salah satu agenda rutin yang sudah disusun oleh Tim Pencegahan, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan mengajak mahasiswa magang dari UIN Antasari Banjarmasin mengunjungi PD PAL Kota Banjarmasin di Jalan Pasar Pagi, Kelayan Luar, Kota Banjarmasin pada Rabu (15/01/2020). Kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan melihat mengenai pengolahan air limbah di Kota Banjarmasin serta pelayanan apa saja yang dapat diberikan oleh PD PAL Kota Banjarmasin kepada masyarakat sebagai pengguna layanan. Pada kunjungan kali ini juga turut hadir beberapa asisten ombudsman yaitu Sopian Hadi (Kepala Asisten Bidang Pencegahan), Muhammad Firhansyah (Kepala Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan), Zayanti Mandasari (Asisten Bidang Pencegahan), Ita Wijayanti (Asisten Bidang Pencegahan), dan Desi Prapita Sari (Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan).  

Kegiatan ini disambut antusias oleh Direktur PD PAL Kota Banjarmasin H. Rahmatullah, SE beserta jajarannya yang secara langsung memberikan sambutan dan memaparkan materi seputar PD PAL Kota Banjarmasin. Sementara itu Muhammad Firhansyah, mewakili Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan juga memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada PD PAL Kota Banjarmasin atas sambutan dan kesediaan waktunya untuk menerima kedatangan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dan mahasiswa magang dari UIN Antasari Banjarmasin.

Direktur PD PAL Banjarmasin, H. Rahmatullah, SE dalam paparannya menjelaskan sejarah singkat lahirnya PD PAL Kota Banjarmasin, yang terbentuk pada tanggal 24 Agustus 2006, melalu Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tentang Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah Kota Banjarmasin. Selain  itu ia menjelaskan latar belakang dibentuknya PD PAL Kota Banjarmasin karena masih banyak masyarakat yang buang air besar sembarangan (BABS) di jamban, masih adanya kegiatan MCK di sungai dan masih digunakannya septic tank sebagai tempat terakhir pembuangan limbah manusia. Hal ini, tutur H. Rahmatullah, SE dapat mengakibatkan menurunnya kondisi dan daya dukung lingkungan perairan akibat tercemar zat Facal Coli, Total Colifrom, dan Fosfat.

Data pelanggan Bulan Desember 2019 menyebutkan bahwa cakupan pelayanan PD PAL Kota Banjarmasin masih di angka 5.09%. Artinya, masih cukup banyak masyarakat yang tidak menggunakan jasa PD PAL Kota Banjarmasin untuk mengolah limbah rumah tangga. Disampaikan oleh Direktur PD PAL Banjarmasin, H. Rahmatullah, SE bahwa masih ada beberapa masyarakat yang menentang keberadaan PD PAL Kota Banjarmasin, bahkan terdapat kawasan pemukiman yang memasang spanduk penolakan hadirnya PD PAL Kota Banjarmasin di pemukiman. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat mengenai fungsi PD PAL. Banyak juga masyarakat yang masih mempertanyakan manfaat membayar uang untuk membuang limbah tinja. Sebaliknya, masyarakat lebih senang apabila membayar dapat langsung merasakan manfaat, seperti membayar tagihan air PDAM yang langsung dapat dirasakan manfaatnya berupa air yang bisa digunakan untuk mandi dan mencuci.

Pentingnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah dan sistem sanitasi yang baik sangat membantu agar lingkungan perairan di sekitar kita tetap terjaga kebersihannya. Oleh karena itu dalam akhir pemaparannya, H. Rahmatullah, SE meminta agar semua pihak termasuk Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang datang berkunjung dapat membantu menyosialisasikan tugas dan fungsi PD PAL ke masyarakat luas. Pada sesi terakhir, Direktur PD PAL Kota Banjarmasin H. Rahmatullah, SE beserta jajarannya mengajak Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin untuk tur berkeliling melihat-lihat unit pelayanan PD PAL Kota Banjarmasin serta melihat cara pengolahan limbah rumah tangga sampai menjadi air yang layak dialirkan lagi ke sungai.

 

 





Loading...

Loading...
Loading...
Loading...