• - +
Ombudsman: Kecelakaan Kerja Beruntun Turunkan Kepercayaan Publik
Kabar Ombudsman • Selasa, 20/02/2018 •
 
Ilustrasi (Foto: Sindonews.com)

SHARE

JAKARTA, iNews.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) meminta Presiden Joko Widodo dan bawahannya untuk segera mengevaluasi kecelakaan kerja yang marak terjadi pada proyek pembangunan infrastruktur. ORI pun menyebut, kecelakaan kerja yang terjadi dalam tujuh bulan terakhir sudah tergolong darurat keselamatan.

Alvin Lie, Anggota ORI menilai kecelakaan beruntun yang terjadi pada sejumlah proyek infrastruktur dalam beberapa bulan terakhir mengindikasinya adanya potensi maladministrasi dalam pembangunan infratruktur secara masif dalam waktu yang bersamaan.

"Dari perspektif publik sebagai penerima manfaat, kecelakaan-kecelakaan tersebut telah menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas, keamanan, dan keselamatan infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah," kata Alvin, Selasa (20/2/2018).

Dia pun menyebut, pemerintah perlu mengambil tindakan untuk menghentikan kecelakaan ini dan mengantisipasi kecelakaan berikutnya. Pengawasan, kata Alvin, perlu diberikan terhadap kedisiplinan terhadap Prosedur Operasional (SOP) teknis, kepatuhan terhadap panduan Keamanan, Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3), serta meneliti kembali kualitas, kompetensi dan jumlah tenaga kerja serta tenaga ahli yg dipekerjakan.

"Pastikan memadai dan sesuai standar. Pastikan bahan yang dipakai sesuai spesifikasi teknis baik secara kualitas maupun kuantitas," katanya.

Selain itu, lanjut Alvin, pemerintah juga perlu memeriksa kembali kualitas dan jumlah alat berat serta peralatan kerja yang digunakan. Tinjau juga, kata dia, desain dan rencana kerja apakah sudah mencakup aspek keamanan dan keselamatan terhadap curah hujan, banjir dan gempa.

"Tinjau kembali rencana tanggap darurat dan mitigasi kecelakaan. Tinjau kembali struktur organisasi dan kompetensi personil dalam Manajemen Proyek," katanya.

Selain itu, kata dia, tinjau pula jadwal kerja, jumlah jam kerja dan istirahat pekerja. Jangan hanya kejar tayang namun abaikan aspek teknis & K3.

"Tidak semua proses teknis dapat dipercepat. Manusia juga rawan terhadap fatigue atau kejenuhan.

Selain itu, lanjut dia, tinjau kembali kapasitas kontraktor pelaksana proyek. Apakah kapasitas mereka benar-benar mampu melaksakanan sedemikian banyak proyek besar secara simultan.

Editor : Rahmat Fiansyah


Loading plugin...



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...