logo12

Seleksi CPNS Kemenkumham, ORI Sulbar Beberkan 7 Kejanggalan

on . Posted in Perwakilan Sulawesi Barat

TRANSTIPO.com, Mamuju – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulbar temukan beberapa poin yang dianggap kejanggalan yang dilakukan oleh panitia dalam proses pelaksanaan penerimaaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Kemenkumham, Senin kemarin, 11 September 2017, untuk kategori SMA dalam hal pengukuran tinggi badan dan verifikasi berkas asli.

 

Ditemui di Kantor Ombudsman Sulbar, Jalan Soekarno Hatta, Mamuju, Selasa, 12 September 2017, Lukman Umar, ketua lembaga ini mengatakan, personil ORI temukan beberapa kejanggalan dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kemenkumham Perwakilan Sulbar untuk kategori SMA.

 

 

“Proses kemarin terkait pengukuran tingi badan dan verifikasi berkas asli, kami temukan beberapa kesalahan dalam proses penerimaan CPNS di Kemenkumham Sulbar,” kata Ketua ORI Perwakilan Sulbar Lukman Umar.

 

Menurut Lukman Umar, yang ditemukan Ombudsman kemarin terutama pengukuran tinggi badan, di antaranya tidak adanya standar patokan tinggi badan yang dipasang di tempat tes.

Ada tujuh poin yang dinilai ORI Sulbar—yang diungkapkan oleh Lukman Umar—sebagai kejanggalan. Berikut adalah penjelasan Lukman Umar ketujuh poin dimaksud.

 

Pertama, apakah rambut atau tengkorak kepala yang jadi ukuran?

 

Kedua, antrian pengambilan kartu ujian CPNS mengganggu proses pengukuran tinggi badan dan verifikasi berkas yang lain (tidak ada antrian).

 

Ketiga, banyaknya formulir yang tercoret karena peserta sendiri yang mengisi, seharusnya panitia yang mengisi.

 

Keempat, tidak adanya pendokumentasian bagi peserta yang tidak memenuhi standar tinggi badan.

 

Kelima, kurangnya panitia untuk pelamar perempuan sehingga banyak peserta perempuan yang jalani pengukuran tinggi badan ditangani oleh panitia berjenis  laki-laki, semestinya panitianya harus perempuan juga.

 

Keenam, adanya panitia yang menempati tempat lain untuk menjalakan tugasnya tidak sesuai Id-Card yang ia pakai.

 

Ketujuh, peserta yang dinyatakan tidak lulus dalam ukuran tinggi badan, itu masih diarahkan dalam verifikasi dokumen. Dan tidak adanya tanda ceklis pernyataan kalau ini tidak memenuhi kreteria, tapi yang terlihat tetap diproses.

 

“Cara cara ini sangat berpotensi untuk dimainkan,” beber Lukman Umar.

 

Jadi, menurut Lukman Umar, “Dari tujuh poin kesalahan yang kami temukan itu, sudah kami komunikasikan ke Kemenkuham Sulbar untuk melakuan perbaikan.”

 

Siang tadi, diperoleh pejelasan dari pihak Kemenkumham Perwakilan Sulbar, yang menyebutkan bahwa pihak pelaksana proses ujian CPNS ini sudah klarifikasi apa yang jadi kejanggalan dimaksud di atas.

 

“Saya langsung respon pak, dan telah melakukan pertemuan tadi pagi bersama panitia,” kata Kepala Kantor Kemenkumham Perwakilan Sulbar Andi Farida, seperti yang dituturkan oleh salah seorang wartawan di Mamuju yang mengaku telah konfirmasi melalui telepon kepada Andi Farida.

 

Menurut sumber ini, menirukan pembicaraannya dengan Andi Farida, katanya, ia telah sampaikan kepada panitia agar selalu menjaga integritas.

 

“Saya juga mengatakan agar panitia pelaksana menaati tata nilai yang sudah ada. Karena bukan hanya panitia yang akan kena imbasnya jika ada masalah, pasti Kepala Kanwil pun juga akan kena sanksi,” urai sumber ini menirukan penjelasan Andi Farida.

 

Sumber: http://www.transtipo.com/daerah/mamuju/seleksi-cpns-kemenkumham-ori-sulbar-beberkan-7-kejanggalan/