Disdukcapil Disorot Ombudsman

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

PROKAL.CO, TARAKAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil) Kota Tarakan, Jumat (28/4) kemarin dikunjungi perwakilan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) sekira pukul 09.00 WITA.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Utara Kota Tarakan Ibramsyah Amirudin menjalaskan, kunjungan ini di lakukan pihaknya untuk menilai kelayakan dan pelayanan yang dilakukan oleh Disdukcapil kepada masyarakat Kota Tarakan.

“Pelayanan Disdukcapil sangat inovatif, pihak mereka bisa meng-handle keadaan walaupun ada beberapa kekurangan yang terlihat saat pihak kami melakukan pemeriksaan,” ujarnya saat ditemui Kaltara Pos, kemarin (28/4).

Dirinya mengungkapkan, walaupun dari segi pelayanan Disdukcapil dianggap mampu melakukan pelayanan dengan baik, namun dilihat dari sisi infrastruktur, masih belum mencapai standar. Misalnya seperti ruang tunggu yang memiliki daya tampung yang sedikit untuk masyarakat yang melakukan pengurusan, lahan parkir yang tidak mencukupi. Selain itu, server jaringan pendataan Disdukcapil sering mengalami gangguan, sehingga membuat proses pembuatan KTP-el terlambat.

Selain itu, Disdukcapil juga kekurangan blangko KTP-el. Kemarin yang datang hanya berjumlah 6.000 keping, sedangkan data yang sudah masuk dalam perekaman sebanyak 160.129 jiwa. “Seharusnya kantor pelayanan masyarakat tidak menjadi satu bangunan seperti itu, jadi kita memberikan solusi kepada pemerintah daerah dan Disudkcapi, seharusnya dibikinkan bangunan sendiri,” tuturnya.

Selain itu, terbebas dari kekurangan tersebut, pihak Disdukcapil masih mampu untuk melakukan inovasi di bidang pelayanan. Ibram mengatakan, seharusnya ruang tunggu untuk lansia jangan dijadikan satu oleh masyarakat yang lainnya, agar tidak menunggu karena dirinya mengetahui keterbatasan lansia.

Namun pihak Disdukcapil sudah merencanakan hal tersebut sekaligus membuat program untuk penyandang cacat yang tidak dapat malakukan pengurusan surat-surat untuk datang langsung ke Disdukcapil. Nantinya Disdukcapil sendiri yang akan mendatangi rumah penyandang cacat tersebut. “Jadi menurut saya pelayanan Disdukcapil sudah sangat memenuhi standar pelayanan publik,” tukas Ibram.

Pihaknya berharap agar kekurangan tersebut dapat dibenahi agar kenyamanan yang diberikan Disudukcapil kepada masyarakat dapat tepenuhi dengan maksimal. “Jadi kedepannya semoga ada perubahan yang dapat terlihat karena kantor pelayanan harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (*/kp3)

(Sumber: http://kalpos.prokal.co/read/news/3412-disdukcapil-disorot-ombudsman.html)

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker