logo12

Ngopi Bareng Ombudsman RI di Kalimantan Utara

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

Bahwa setiap hasrat memenangkan peperangan butuh sumber daya besar, itu pasti. Akan tetapi pada titik tertentu, itu lebih kepada soal strategi dan taktik. Pun demikian dalam upaya menyehatkan penyelenggaraan pelayanan publik, entah itu oleh penyelengara negara dan pemerintahan ataupun institusi yang bersinggungan dengan kepentingan publik. Praktik “maladministasi” telah lama mengakar dan tentu saja sangat merugikan. Membegal negara, menggerogoti kesehatan birokrasi pemerintahan, melumat kepentingan banyak orang bahkan sering tega mempersulit– juga nyaris merenggut –kebahagiaan para (calon) pengantin muda. Maka setiap upaya perlawanan terhadapnya adalah juga perang milik bersama, juga milik kamu (juga saya) yang jomblo. Di sini, Ombudsman hadir sebagai komando. Adakah upaya-upaya kreatif Ombudsman dalam keterbatasan sumber daya untuk memenangkan perang ini?

Keseringan nongki di Kedai Kopi Bean Laden, membuat saya hafal di luar kepala letak dan jenis hampir semua seat di kedai itu. Tutup mata sekalipun saya bisa tunjukkan seat model bundar, kotak dan panjang-panjang letaknya dimana. Saya juga hafal mati orang-orang yang hampir tiap malam nongol di kedai itu dan duduknya dimana. Satu diantara sekian orang itu adalah seorang lelaki berkumis tipis fanatik beranak dua yang hingga kini mengaku masih tampan.

Ombudsman Beberkan Modus Oknum Kuasai Los-los di Pasar Induk

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Kaltara menemukan sejumlah penyimpangan dalam tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan.

Dan dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang disampaikan di kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Selasa (7/11/2017), ORI menyimpulkan telah terjadi maladministrasi tata kelola dalam tata kelola di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bulungan tersebut.

Ombudsman dan Media Satu Persepsi

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Amzulian Rifai secara khusus melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (23/8). Lawatannya ke Kota Tanjung Selor, Ibukota Kaltara, ORI serta perwakilannya menyempatkan mengunjungi Kantor Koran Kaltara. Pilihannya ke Koran Kaltara karena media dianggap memiliki perspektif yang sama dengan ORI dalam mengawal segala bentuk kebijakan pelayanan publik.
 
“Disadari bahwa memang di seluruh Indonesia masih banyak problem berkaitan dengan pelayanan, termasuk Kaltara. Perlu diperhatikan bahwa pelayanan yang amburadul sangat dekat dengan praktik pungli hingga korupsi. Makanya seluruh daerah kami minta untuk terus berbenah dan terus meningkatkan pelayanan tersebut,” kata Amzulian di hadapan jajaran redaksi Koran Kaltara.

ORI Minta Akses kepada Pemprov Kaltara

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

TARAKAN – Hari ini (23/8), Ombudsman Republik Indonesia (ORI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, menjalin kerjasama delam peningkatan pelayanan publik yang dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). 
 
Rencananya, MoU ini akan dilakukan oleh Ketua ORI pusat Amzulian Rifai bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

ORI Kaltara Operasi Tangkap Tangan Pungli di Pelabuhan Fery Juata

on . Posted in Perwakilan Kalimantan Utara

KBRN, Tarakan : Mendengar adnya praktek pungutan liar (pungli) di pelabuhan fery juata laut, tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan berhasil mengungkap kebenarannya saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

 

Dalam operasi yang dilakukan, tim yang dipimpin langsung Kepala ORI Perwakilan Kaltara, Ibramsyah Amiruddin, mendapatkan sejumlah bukti foto berupa uang maupun surat perjalanan kendaraan yang diterbitkan instansi terkait, serta STNK pemilik kendaraan.

 

Ibramsyah Amiruddin mengungkapkan, OTT ini berawal dari informasi masyarakat yang memberitahukan bahwa di pelabuhan Feri Juwata Laut sering dipungut biaya tidak resmi oleh oknum setempat dari surat perjalanan kendaraan.

 

“Kami tadi coba ke sana, lalu di tindak lanjuti pengaduan itu benar apa tidak, tentang adanya indikasi pungli di pelabuhan Feri Juwata. Kami coba ke sana mulai pagi jam 9, kami berpakaian preman. Kami telusuri penumpang, yang bawa kendaraan, sama petugas, ternyata hampir sama jawaban, ada pungutan,”Jelas Ibramsyah Amirudin Kamis (08/06/2017).

 

Menurut Ibramsyah, dari keterangan sejumlah penumpang maupun pemilik kendaraan, pungutan tersebut bervariasi, Mulai Rp 20.000, dan Rp 50.000. Bahkan menjelang lebaran, jumlah bisa lebih besar hingga Rp 75.000, per kendaraan.

 

“Kalau dari pengakuan penumpang, surat jalan kendaraan ada yang dikeluarkan oleh Polsek setempat, ada juga dari Satlantas Polres Tarakan.  Namun kita sudah mengklarifikasi kepada kepolisian baik Polsek setempat dan Satlantas, terkait pungutan dari surat jalan tersebut. Ternyata, semua gratis alias tidak dipungut biaya,”Ujarnya,

Ibramsyah mengungkapkan, bahwa kegiatan ini seperti sudah terorganisir dengan rapi. Pasalnya, dalam menjalankan aksinya, melibatkan beberapa oknum dari instansi berbeda, namun, Ibramsyah masih merahasikan karena akan melakukan klarifikasi dengan pihak terkait.

 

“Rencananya, kami akan panggil pihak-pihak terkait dalam beberapa hari ke depan untuk mendengarkan keterangan, sebagai tindak lanjut dari proses pemeriksaan dugaan pelanggaran maladministrasi. Jika dari hasil klarifikasi nanti ada indikasi dugaan pungli, pihaknya akan menyerahkan proses hukum kepada Saber Pungli Kota Tarakan pimpinan Wakapolres Tarakan,” tuntasnya (hia/Rst/HF) 

 

Sumber: http://rri.co.id/post/berita/401109/ekonomi/ori_kaltara_operasi_tangkap_tangan_pungli_di_pelabuhan_fery_juata.html