Persoalan UNBK Masih Terkait Sarana dan Prasarana

on . Posted in Perwakilan Jawa Barat

RMOLJabar. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang serentak dilaksanakan di Indonesia, akhirnya telah selesai di laksanakan oleh para siswa SMK dan SMA tahun ini.

Akan tetapi permasalahan yang terjadi di lapangan kerap menjadi persoalan yang klasik setiap tahunnya.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Asisten Ombudsman yang juga menjadi Koordinator Pemantauan Pelaksanaan UN dan USBN tahun 2017 Noer Adhe Purnama menjelaskan, persoalan UNBK masih sama dengan tahun-tahun yang lalu, dan yang menjadi persoalan itu adalah terkait sarana prasarana.

"Terakhir kita berkordinasi dengan Dinas Provinsi Jawa Barat, keikutsertaan peserta UNBK di Jawa Barat itu hampir 100 persen," ujar Noer kepada RMOLJabar. Minggu (16/04).

Ia mengatakan, saat tim dari ombudsman memantau di dua kota dan dua kabupaten, yaitu kota cimahi, kota Bandung, kabupaten purwakarta dan kabupaten karawang. Ternyata kata dia, tidak semua sekolah yang UNBK itu secara mandiri.

"Akan tetapi ada mereka yang gabung ke sekolah-sekolah lain dan bahkan di purwakarta itu kebanyakan 60 persennya itu sekolahnya pinjem laptop atau sampai pada CVU dan Monitor kepada siswa, orang tua siswa dan guru di sekolah," tuturnya.

Sebenarnya ini yang menjadi persoalan ketika pemerintah membuat sistem UNBK, akan tetapi pemerintah tidak mengetahui kendala di lapangan yang dialami oleh sekolah.

"Terutama kan sekolah berteriak bagaimana cara mengadakan komputer padahal di dana BOS saja tidak di anggarkan untuk pengadaan komputer. Hal seperti ini yang kemudian selalu menjadi catatan setiap tahunnya," tandasnya. [jar]

(Sumber: http://www.rmoljabar.com/read/2017/04/16/40682/Persoalan-UNBK-Masih-Terkait-Sarana-dan-Prasarana-)

Tags: ombudsman jawa barat, pelayanan publik UN 2017 USBN 2017 unbk 2017

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker