logo12

Ombudsman RI Babel Kembali Terima Mahasiswa Magang Untuk KKL

on . Posted in Lain - lain

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Untuk ketiganya Ombudsman Republik Indonesia menerima mahasiswa magangdalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di kantor Ombudsman RIBabel Selasa (3/102017).

Mahasiswa yang magang di kantor Ombudsman tersebut adalah dua orang mahasiswa dari FISIP Universitas Bangka Belitung yang sudah menempuh semester VI dan telah selesai melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Terhadap mahasiswa magang untuk melaksanakan KKL dikantor Ombudsman RIBabel dilakukan penandatanganan surat pernyataan sanggup menjaga kerahasiaan terutama yang berkaitan dengan semua hal terkait pengaduan atau laporan masyarakat di kantor Ombudsman.


Termasuk kerahasiaan dokumen maupun kerahasiaan-kerahasiaan lain yang ada di kantor Ombudsman sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Ombudsman RI.
Kerahasiaan tersebut berlaku sampai kapanpun.

Dua orang tersebut masing-masing mahasiswa FISIP UBB yang berasal dari Kabupaten Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang.

Tentunya tujuan mahasiswa magang untuk KKL ini adalah untuk memperoleh keilmuan serta mempersiapkan sumber daya manusia untuk bisa terjun kedunia pekerjaan.

"Ombudsman RI Babel sudah menyiapkan materi secara khusus tentang Ombudsman dan tupoksi serta kewenangannya, tentang Pelayanan Publik, Maladministrasi Pelayanan Publik, Pengawasan, Partisipasi Masyarakat dan lainnya," ungkap kepala Ombudsman RIperwakilan Babel Jumli Jasmaluddin, Selasa (3/10/2017).

Menurut Jumli para mahasiswa itu nantinya akan dilibatkan pula dalam kegiatan yang dijalankan oleh Ombudsman RI babel.
Bahkan jika memungkinkan, bagi mereka akan kita libatkan turun kelapangan.

Sedangkan Ombudsman merupakan lembaga negara pengawas pelayanan publik, sehingga diharapkan mahasiswa yang KKL ini bisa menimba ilmu tentang bagaimana dengan aspek pelayanan publik, bisa menangani maladministrasi dan diharapkan bisa menciptakan pelayanan publik yang ideal itu seperti apa.

"Sehingga nantinya bisa berinteraksi interaksi dengan masyarakat dan pemerintah, dan pelajaran riil bisa didapat selama KKL di kantor Ombudsman RI Babel," jelasnya.

Selama lebih kurang satu bulan KKL di kantor Ombudsman RI Babel, nantinya setelah selesai para mahasiswa ini diharapkan akan lebih tau dan paham tentang pelayanan publik, tentang maladministrasi, dan mengenai Ombudsman RI sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik di Bangka Belitung.

"Sehingga nantinya mereka bisa membantu mensosialisakannya ke masyarakat atau ke pelayanan publik ditempat mereka masing-masing. Karena mereka pasti bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelayanan publik," pungkas Jumli.(*)

Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2017/10/03/ombudsman-ri-babel-kembali-terima-mahasiswa-magang-untuk-kkl

Ombudsman Telisik Dugaan Maladministrasi, Peredaran Pupuk Palsu di Sulbar

on . Posted in Lain - lain

Mamuju, KAREBAplus.com,– Jajaran Ombudsman RI Sulawesi Barat, tengah mendalami dugaan maladministrasi dalam peredaran pupuk palsu di Sulawesi Barat, keterangan tersebut, disampaikan langsung Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar, Selasa (03/10/17)

Sebelumnya aliansi mahasiswa di Mamuju, telah melakukan aksi demonstrasi di Kantor Distanak Provinsi Sulbar, terkait adanya peredaran pupuk palsu disejumlah desa diwilayah Kabupaten Mamuju.

Menurut Lukman, peredaran pupuk palsu sudah cukup meresahkan masyarakat petani di daerah ini, bahkan diduga kejadian ini telah berlangsung lama, sehingga Ombudsman RI Sulbar sebagai salah satu Lembaga Pengawas Pelayanan Publik, akan menelisik dugaan maladministrasi dalam persoalan ini, sebagai upaya mendorong perbaikan pelayanan kepada petani, utamanya penyaluran bantuan Pemerintah kepada petani.

“Ombudsman RI Sulbar akan telisik persoalan ini, apakah dalam prakteknya ada unsur maladministrasi atau tidak, sebab ini berkaitan dengan pelayanan publik sehingga kami harus ikut andil sesuai kewenangan yang ada. selebihnya yang terkait ranah pidana itu akan berproses di Kepolisian,” Terang Lukman Umar

Sejauh ini Ombudsman RI Sulbar, belum mengambil kesimpulan dari kasus peredaran pupuk palsu di Sulawesi Barat, dan sampai hari ini masih banyak spekulasi yang muncul dikalangan petani, ada yang menduga pupuk kadaluarsa yang disalurkan dan sebagian lainnya juga curiga jika memang pupuk palsu yang diberikan kepada petani, sebab dalam pengunaannya tidak memberikan efek atau dampak bagi tanaman petani.

Sumber: http://karebaplus.com/ombudsman-telisik-dugaan-maladministrasi-peredaran-pupuk-palsu-di-sulbar/

Ombudsman Minta Badan Pengawas MA Periksa PN Jakarta Pusat

on . Posted in Lain - lain

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan saran kepada Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait adanya perlakuan yang berbeda atas permohonan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) II terpidana mati yang telah dieksekusi, Humprey Jefferson.

Permohonan PK II Humprey tidak diterima PN Jakarta Pusat dan diteruskan ke MA, padahal permohonan PK II dalam kasus lain, yaitu kasus Eugene dan Ali, diterima.

Temukan Pelanggaran Penerimaan Siswa Baru? Ini Caranya Pengaduannya

on . Posted in Lain - lain

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota Ombudsman RI, Ahmad Su'adi mempersilakan bagi warga Riau untuk melaporkan kejanggalan yang terjadi selama berlangsungnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bumi Lancang Kuning yang kini tengah memanas.

‎Bukan itu saja, ia juga membuka selebar-lebarnya pintu Ombudsman, khususnya berada di Riau, jika menemukan perilaku menyimpang dilakukan pemerintah daerah ataupun lembaga struktural negara lainnya.