• - +

Artikel

Pertajam Penyelesaian Laporan, Ombudsman Kalsel Undang Ahli Malpraktik, Forensik dan Medikolegal
ARTIKEL • Jum'at, 07/12/2018 • Muhammad Firhansyah
 
kegiatan Ombudsman bersama Ahli membahas kasus malpraktik dan forensik (fhoto By Rujalinoor)

SHARE

Banjarmasin - Salah satu substansi laporan yang sering disampaikan oleh masyarakat kepada Ombudsman Kalimantan Selatan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir adalah berkaitan dengan pelayanan di bidang kesehatan  

Diantara substansi kasus yang pernah di keluhkan di antaranya kasus kematian warga yang diduga disiksa dalam tahanan, dugaan malpraktik dokter atas operasi pasien baik menimbulkan cacat sampai meninggal dunia. Serta dugaan maladministrasi manajemen rumah sakit dan pengelolaan SDM, pelayanan baik dokter, perawat maupun tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan diskusi bersama ahli, tOmbudsman mengundang ahli malpraktik, forensik dan medikolegal dr Iwan Aflanie M.kes. Sp.F,S.H. Dalam materinya, dr Iwan menjelaskan perihal aspek etik medikologi dalam pelayanan kesehatan dan mendeteksi risiko tindakan medis dengan bersandar pada beneficience, non malaficience, autonomy, dan justice. 

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Selatan Noorhalis Majid  menyampaika Ahli Malpraktik, Forensik dan Medikolegal diudang karena  bisa menjelaskan dimensi hukum kesehatan dalam hal penanganan kasus-kasus malpraktik medik dan keterangan tentang forensik secara umum atau dalam konteks pelayanan publik.

"Kegiatan ini merupakan program rutin bulanan yang digagas oleh tim Pencegahan Ombudsman dengan maksud meningkatkan kapasitas atau kemampuan SDM internal Ombudsman khususnya dalam tugas pemeriksaan atau investigasi," terangnya

Noorhalis menambahkan selain mampu memperdalam laporan masyarakat yang sedang ditangani, kegiatan ini mampu mendorong kualitas penanganan laporan di Kantor Perwakilan.

Sementara itu Kepala Keasistenan Bidang Pemeriksaan Sopian Hadi mengatakan manfaat diskusi bersama para ahli diantaranya mempercepat proses penanganan laporan, meningkatkan kapasitas internal dan mempermudah dalam melakukan penyusunan  Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan (LAHP) sebagai salah satu produk utama penyelesaian laporan.

"Kami merasa terbantu dengan mengundang ahli. Apalagi ahli yang diundang sudah puluhan tahun berkiprah di bidangnya," pungkasnya. 

Dalam kegiatan tersebut Ombudsman mengundang ahli malpraktik, forensik dan medikolegal yakni dr Iwan Aflanie M.kes. Sp.F,S.H. dalam materinya ahli menjelaskan perihal aspek etiko medikologi dalam pelayanan kesehatan dan mendeteksi risiko tindakan medis dengan bersandar padabeneficience, Non Malaficience, Autonomy, danJustice







Loading...

Loading...
Loading...
Loading...