• - +

Artikel

Ombudsman dan “Kedan Ombudsman” Bahas Perbaikan Pelayanan Kesehatan Kota Medan
ARTIKEL • Jum'at, 11/01/2019 • Achir Nauli Gading Harahap
 
Pertemuan antara kedan ombudsman dengan kepala perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara dan asisten

SHARE

Medan (10/01/2019), Ombudsman RI Sumut menerima kunjungan dari "Kedan Ombudsman", Jejaring Ombudsman RI Sumut, dalam rangka membahas permasalah-permasalah aktual terkait dengan pelayanan publik di Sumatera Utara khususnya di bidang kesehatan.

"Kedan Ombudsman" dihadiri oleh FITRA SUMUT, ELSAKA, dan Medan Plus. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat hubungan sudah terjalin diantara Ombudsman dan "Kedan Ombudsman".

Rurita Ningrum, FITRA SUMUT, yang juga merupakan perwakilan "Kedan Ombudsman" dalam pertemuan jejaring Ombudsman seluruh Indonesia terakhir di Jakarta menegaskan bahwa perlu adanya saling menguatkan antara "Kedan Ombudsman" dan Ombudsman guna menyelesaikan permasalahan maladministrasi pelayanan publik di Sumatera Utara.

Samara Yudha Arfianto, Medan Plus, menyampaikan banyak menyampaikan tentang permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di Sumatera Utara. "Banyak problem dalam bidang Kesehatan di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan, contohnya seperti kebijakan pengadaan obat yang menyimpang, fasilitas kesehatan yang belum layak, masih adanya prosedur yang memberatkan pasien, masih adanya permasalahan penanganan pasien TB, HIV dan penyakit menular dan lain sebagainya", ujar Yudha dalam rapat tersebut (10/01/2019).

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut, Abyadi Siregar, menyampaikan bahwa beliau menyambut baik semangat perbaikan pelayanan publik khususnya di sektor kesehatan yang ditunjukkan oleh "Kedan Ombudsman", beliau juga menegaskan bahwa memang sangat diperlukan saling menguatkan antara Ombudsman dan "kedan Ombudsman" ini.

Pertemuan santai yang menarik tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa terdapat permasalahan pelayanan publik di rumah sakit khususnya di Kota Medan yang perlu medapatkan perhatian yaitu tentang keterbukaan informasi data kamar;aplicare dari BPJS- Kesehatan yang belum efektif; transparansi tarif pasien BPJS-Kesehatan; toilet di rumah sakit yang belum sesuai dan tidak ramah disabilitas; pelayanan rumah sakit yang belum efektif sehingga mengakibatkan antrian panjang; pelayanan kepada pasien TB, HIV dan penyakit menular; unit pengelolaan pengaduan yang belum efektif; dan tentang kedisiplinan dokter yang bertugas di rumah sakit.

Pada akhir pertemuan Ombudsman dan "kedan Ombudsman" sepakat bahwa akan melakukan tindak tindakan nyata untuk mendorong pihak-pihak terkait untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan pelayanan publik di sektor kesehatan di Kota Medan tersebut.



Loading...

Loading...
Loading...
Loading...